Langsung ke konten utama

My Love is My Story 2



Author : Ikakak friska oktavi

Main cast : Aldo dan Alena

Other cast : Niken, Laura, Naiya, Dewi, Bu Lina, Pak Tito, Nia, dan Teman Alena






PART 2

Dikejar – kejar Cinta



Rasanya aneh
Seorang mengintaiku
Apa hanya perasaanku saja

Setiap kali ada latihan basket Aldo selalu saja memperhatikan Alena. Tetapi Alena tidak menyadari bahwa dirinya selalu di perhatikan oleh Aldo. Beberapa hari kemudian ketika ada latihan basket Aldo duduk di samping Alena dan bertanya kepada Alena yang sedang istirahat sambil duduk di pinggir lapangan.

”Al, kamu kenal sama Bima gak?” tanya Aldo.

”em, mungkin aku kenal orangnya, tapi aku gak tahu namanya” jawab Alena.

”aku titip salam ya!” ujar Aldo sambil cengar-cengir.

Tiba-tiba Dewi ikut-ikutan nyambung.

”aku kenal Al, tu lo Bima kelas sebelah, yang orangnya jelek, item itu lo” ujar Dewi asal sahut.

”kamu kenal  sama dia?” tanya Alena.

”kenal dong,,, dia tu cowok paling gaya di kelasnya” ujar Dewi.

”masa???” tukas Aldo.

”iya.... aku aja sebel banget sama dia” jawab Dewi.

”masa sih wi, orangnya gaya banget? Emang gayanya kayak gimana?” tanya Alena.

”sok banget! Sok kecakepan” jawab Dewi.

”oh, kayak gitu anaknya. Ya ya ya, mungkin aku pernah ketemu sama dia” ujar Alena.

”dia temen SMP ku lho Al” ujar Aldo sambil cengar-cengir.

”oh, ya udah, nanti kalau ketemu sama orangnya aku salamin ya!” ujar Alena sambil tersenyum.

”besok kalau sekolah aku tunjukin Al orangnya yang mana! OK!” sahut Dewi.

”ih, ini cewek sotoy banget sich! Orang aku kan tanya sama Alena, kenapa malah dia yang jawab terus! Ganggu aja!” ujar Aldo dalam hati sambil tersenyum pada Alena.

Lalu Niken datan menghampiri Alena.

”hai Al, hai Wi, lagi pada ngumpul semua ya!” ujar Niken sambil cengar-cengir.

”hai!” sapa balik Alena.

Prrriiiiiiiiiiitttt, bunyi peluit dari Pak Tito yang menandakan istirahat telah berakhir.

”ayo temen-temen kita latihan lagi!” ajak Niken pada Alena dan Dewi.

Niken, Dewi, dan Alena melanjutkan latihan mereka. Ketika Alena selesai latihan Aldo menghapiri Alena.

”Al, jangan lupha lho!” ujar Aldo sambil memegang pundak Alena.

”ah!” Alena terkejut. ”iya, iya!” jawab Alena sambil tersenyum.

Sambil menunggu Niken mengambil tasnya Alena duduk di samping pos penjagaan yang ada di dekat lapangan basket. Ketika sedang mengambil tas Niken dipanggil oleh Bu Lina.

”Niken, sini!” ujar Bu Lina sambil melambai-lambaikan tangannya.

”iya Bu” jawab Niken sambil menghampiri Bu Lina.

Alena hanya melihat dan menunggu Niken. Setelah Niken bercakap-cakap dengan Bu Lina, Niken segera datang menghampiri Alena dan pulang.
Sesampainya di rumah, Alena segera mandi. Selesai mandi Alena ke kamarnya kemudian dia mengambil bukunya. Tiba-tiba ada pesan masuk di hpnya.

”hai?” isi pesan masuk.

”ni sapa?” balas Alena.

”aq Aldo” pesan dari Aldo.

”oh kmu, knp?” tanya Alena.

”gak pa2, Cma pngen sms” jawab Aldo.

”oh,,,” balas Alena singkat.

”lg apa?” tanya Aldo.

”mau bljar?” jawab Alena.

”maaf ya aq ganggu kmu” balas Aldo.

”ya, g pa2. km tau nomerq dr mna?” tanya Alena.

”ada deh,,,,rahasia donk..” jawab Aldo.

”km knp kok sms aq?” tanya Alena.

”gak pa2” ujar Aldo dalam pesan.

”uda dlu ea, aq jd gak konsen bljar, kpan2 aja sms.a!” balas Alena.

”ya uda klo gitu, sana blajar dlu, sory ya klo aq ganggu km” jawab Aldo.

Selanjutnya Alena tidak membalas sms dari Aldo.

”dasar cowok aneh, sms Cuma gitu doang, gak penting banget!” ujar Alena sambil membaca buku.

Lalu Alena melanjutkan belajarnya.

Seperti biasa ketika Alena latihan dia bertemu dengan Aldo lagi, tapi kali ini berbeda. Aldo lebih sering memperhatihan semua gerak-gerik Alena, sehingga hal tersebut membuat Alena sangat risih. Ketika latihan cuaca sedang tidak menentu. Kemudian hujan pun turun. Alena dan teman-teman segera berteduh di ruangan terbuka dekat lapangan basket.

”aaa, ayo lari,, hujan,, tasnya bawa keruangan itu,,” teriak beberapa anak basket sambil berlari.

”temen-temen,,, tungguin aku!!!” teriak Alena sambil berlari.

Lalu mereka semua berteduh diruangan terbuka tersebut.

”bbrrr dingin banget,, bajuku basah semua lagi. Aku kan nggak bawa payung atau jas hujan” Ujar Alena.
”iya aku juga,,” ujar Niken.

”perhatian anak-anak,, kalian jangan hujan-hujanan ya! Besok kalian kan berangkat sekolah, nanti kalian sakit. Tunggu sampai hujannya terang. Bagi yang dijemput silahkan menunggu untuk di jemput disini” Ujar Pak Tito.

”ya pak” jawab anak-anak serentak.

Hari berikutnya ketika Alena sedang latihan, Alena merasa aneh. Aldo selalu memperhatikan gerak-gerik Alena. Alena merasa risih karena Aldo selalu saja memperhatikannya. Ketika waktu istirahat tiba Aldo menghampiri Alena.

”Al?” panggil Aldo.

”kenapa?” jawab Alena.

”kamu kelas apa sih? Tanya Aldo.

”kelas X-1” jawab Alena.

”kamu kok jutek banget sih?” tanya Aldo.

”masa sih? Biasa aja menurutku” jawab Alena.

”rumah kamu dimana sih?” tanya Aldo.

”deket kok dari sini” jawab Alena.

Lalu Niken datang.

”Al, beli minum yuk! Aku gak bawa minum ni” ajak Niken.

”yuk, aku juga sekalian mau beli jajan” jawab Alena sambil tersenyum.

Lalu Alena dan Niken pergi meninggalkan Aldo. Setelah selesai latihan, Alena dan Niken bergegas pulang. Ketika mereka akan pulang Bu Lina memanggil mereka.

”Al...Ken...” panggil Bu Lina.

”iya bu..” jawab Alena dan Niken serentak sambil menoleh ke belakang.

”kalian berdua ikut aku yuk!” ajak Bu Lina.

”ikut kemana Bu?” tanya Alena.

”ke Kedai Es ” jawab Bu Lina.

”duh... gimana ya.. gimana Ken?” tanya Alena pada Niken.

”gak tau... terserah kamu aja” jawab Niken.

Lalu Naiya dan Laura Menghampiri Bu Lina.

”ma,,, mbak Al diajak juga donk!” ujar Laura sambil menggandeng tangan Bu Lina.

”sama mbak Ken juga mama!” ujar Naiya.

”iya,,, sebentar, ini lagi mama ajak mbak Al sama mbak Ken” ujar Bu Lina.

”mbak Al ikut ya...” ajak Laura sambil menggandeng tangan Alena.

”mbak Ken ikut juga ya... pliss!” ajak Naiya sambil memohon.

”gimana ya,, aku jadi bingung. Kalau Niken ikut aku juga ikut. Gimana Ken?” tanya Alena pada Niken.

”ya terserah kamu aja...” ujar Niken.

”gak usah bingung donk ikut aja!” tukas Bu Lina.

”yuk Al, ikut aja!” ujar Niken.

”beneran nih,,,?? kamu ikut aku juga ikut deh..” ujar Alena sambil cengar-cengir.

”yuk ma,, keburu malem..!” ujar Aldo sambil mengendarai motor.

”kak Naiya sama dek Laura ikut kak Aldo, Al sama Niken biar ikut mama aja” ujar Bu Lina.

”ayo ma,,” ujar Aldo singkat.

Lalu mereka menuju ke Kedai Es yg tidak jauh dari tempat latihan mereka. Sesampainya disana mereka segera memesan es pilihan masing-masing.

”mas es cappucino 1” ujar Bu Lina.

“aq stroberry cake“ ujar Laura.

“aq milk choco” ujar Naiya.

“aq choco cream” ujar Aldo.

“kalian berdua mau yg mana?” ujar Bu Lina pada Alena dan Niken.

”aq vanilla choco ” ujar Niken.

”aq vanilla cake aja” ujar Alena.

Tak lama kemudian pesanan mereka datang.

”punyaku ma” ujar Naiya.

”aku ma” ujar Laura.

”ini punya Alena, ini punya Niken” ujar Bu Lina.

”makasih bu...” jawab Alena dan Niken serentak.

”iya,,” balas Bu Lina dengan senyuman.

”ma punyaku mana?” tanya Aldo.

”ini punya kakak..” jawab Bu Lina.

Mereka sangat menikmati es yang mereka makan. Setelah menghabiskan es, mereka segera keluar dari kedai tersebut. Karena rumah Alena dan Niken dekat dari kedai es, mereka berdua memilih pulang jalan kaki.

”makasih ya bu..” ujar Alena.

”makasih ya bu..” ujar Niken.

”iya, sama-sama..” sahut Bu Lina dengan senyuman.

”ayo ma,,!” ujar Aldo.

”iya bentar...! mau diantar pulang nggak?” tanya Bu Lina pada Alena dan Niken.

“nggak usah bu, rumahku kan deket banget dari sini, jalan kaki uda nyampe kok” ujar Alena sambil tersenyum.

”beneran nggak mau?” tanya Bu lina.

”iya bu, beneran..” jawab Alena sambil cengar-cengir.

”Ken, mau diantar pulang nggak?” tanya Bu Lina pada Niken.

”nggak usah bu,,,,aku bareng sama Al aja, kan aku tetanggaan sama Al” jawab Niken.

”yaudah kalau gitu” ujar Bu Lina.

”aku pulang duluan ya bu...!” ujar Alena sambil melambaikan tangan pada Bu Lina.

“aku juga bu...!” ujar Niken sambil melambaikan tangan juga.

”dada mbak Al, mbak Ken!” ujar Naiya dan Laura sambil melambaikan tangan.

Akhirnya mereka semua pulang.

Hari esok tiba. Alena menjalani kegiatan seperti biasa. Setelah pulang sekolah dia melihat ada pesan masuk di hpnya.

”al,,,”

”knp?”

”km lg apa?”

”lg santai. Mang npa?”

”g pa2, uda makan?”

”blum”

”mkan dlu sna”

”nanti, km knp sih?”

”g pa2, g boleh ya prhatian sma km”

”g boleh”

”kok gtu sih”

”ya trsrah aq donk”

”km kok jutek bgt sih”

”knp? G boleh?”

”tu kan juteknya kluar”

Kemudian Alena tidak membalas sms tersebut. Beberapa menit kemudian ada sms muncul.

”al”

”knp?”

”kok gak di bles smsq?”

“km knp sich sms aq trus? Mau km apa?”

“pngen knal lbih dket aja sma km”

”penting ya?”

”knp, gak boleh ya?”

”ya!! Gak boleh, mang knp?”

”dasar jutek, ”

”tau ah, trsrah km mau blang ap”

”marah,,”

”gak kok”

” gitu aja ngmbek”

”ya trsrah aq donk mau ngmbek pa gak”
”aq kan Cuma brcnda Al”

Alena tidak membalas sms dari Aldo. Kemudian ketika malam harinya Aldo sms Alena lagi.

”Al?”

”knp?”

”km msih mrah ya?”

”gak kok”

”maafin aq ya, aq Cuma brcnda kok Al td”

“iya, gp2”

“km lg apa Al?”

“lg bljar”

“uda mkan?”

“blom”

“mkan dlu sna, nnti sakit lo”

”ya, nnti”

”mkan dlu sna”

”iya, nnti, km tu knp sih?”

”slah ya aq prhatian sma km?”

Alena tidak membalas sms dari Aldo lagi.
Hari berikutnya mereka berdua bertemu ketika Alena sedang Latihan basket. Aldo sangatlah usil orangnya, sehingga Alena tenrkadang jengkel karena sering diganggu oleh Aldo.

”ih, apaan sih!” Teriak Alena karena Aldo mendorong Alena.

”jutek” Ujar Aldo.

”So?” Jawab Alena.

”haha” Ujar Aldo sambil senyum-senyum.

”kurang kerjaan!” Sahut Alena.

Lalu Alena melanjutkan latihannya. Ketika Alena hendak pulang dia dicegat oleh Aldo. Kemudian disusul oleh Bu Lina.

”bareng gak?” Ujar Aldo sambil menghentikan motornya di depan Alena.

”gak, aku sama Niken kok” Jawab Alena.

”Al,Ken, bareng yuk!” Ajak Bu Lina pada Alena dan Niken.

”enggak bu, makasih” ujar Alena.

”ayo dong ikut aja, bareng sekalian?” Ujar Bu Lina.

”enggak bu, makasih” Ujar Niken.

”beneran nggak mau?” Ujar Bu Lina.

”iya bu, makasih, kan rumah deket dari sini” Jawab Alena.

”iya bu,” Ujar Niken sambil menganggukkan kepala.

”yaudah kalau gitu, duluan ya Al, Ken” Ujar Bu Lina.

”iya bu” ujar Alena Niken bersamaan.

Akhirnya mereka semua pulang. Sesampaimya dirumah Alena bergegas mandi. Dan melanjutkan aktivitas yang dia biasa lakukan.
Keesokan harinya, Alena bangun, merapikan tempat tidur, mandi, sarapan, dan bersiap-siap berangkat sekolah. Hari ini Alena berencana berkumpul dengan teman-temannya di  SMP mereka yang dulu.

”ma,pa, Al berangkat dulu ya... ” Pamit Alena pada orang tuanya.

Sesampainya di sekolah Alena bertemu dengan teman-temannya. Alena dan teman-temannya berencana akan berencana akan berkunjung ke SMP-nya sepulang sekolah.

”temen-temen, maen ke SMP yuk!” Ajak Alena.

”iya, aku kangen banget nih pengen maen kesana” Ujar salah satu temannya.

”tapi kapan nih?” Tanya Alena.

”gimana kalau nanti sepulang sekolah, kan hari ini kita pulang lebih awal” Usul dari salah temannya.

”masak sih? Yang bener?” Tanya Alena tidak percaya.

”iya, beneran aku gak bohong. Kamu lupa ya, nanti kan guru-guru ada rapat. Jadi kita pulang lebih awal. Kan kemarin sudah dikasih tahu” Ujar salah satu teman Alena.

”oh, iya ya, aku lupa” Ujar Alena sambil cengar-cengir.

”hu, belum tua sudah pikun” Ledek teman-teman Alena.

Bel sudah berbunyi 2 kali, menandakan bajhwa waktunya pulang sekolah. Alena dan teman-temannya segera bergegas dan berkumpul. Kemudian mereka menaiki transportasi umum alias angkot untuk menuju SMP mereka. Sesampainya disana Alena bertemu dengan Nia. Nia adalah adik kelas sekligus teman basket Alena.

”mbak Al!” Panggil Nia.

”eh, iya” Tukas Alena.

”sini mbak!” Ujar Nia.

”kenapa dek?” Tanya Alena.

”aku kasih tahu mbak, sini deh!” Ujar Nia.

”iya iya, kenapa sih?” Tanya Alena.

”tahu gak mbak, mas Aldo tanya-tanya tentang kamu ke aku lho” Ujar Nia.

”Aldo? Aldo siapa?” Tanya Alena penasaran.

”halah, itu lho mbak, kakaknya Naiya sama Laura” Jawab Nia.

”oh, iya iya, aku tahu. Emang tanya-tanya gimana?” Tanya Alena.

”tanya-tanya kamu tu sukanya apa aja, hobimu apa, pokoknya tanya-tanya gitu mbak” Jelas Nia.

”oh, kok dia tanya-tanya gitu kenapa?” Tanya Alena.

”gak tau tu mbak, oh iya, dia juga tanya-tanya ukuran sepatu kamu juga mbak” Jawab Nia sambil tertawa.

”ha? Buat apa coba dia tanya-tanya kayak gitu? Gak penting banget, emang dia mau kasih aku sepatu” Tukas Alena sambil tertawa.

”gak tau tu mbak, mungkin mas Aldo suka sama kamu kali” Ujar Nia sambil cengar-cengir.

”haha, apaan sih dek, gak mungkin, hlah, terserah dialah” jawab Alena sambil tersenyum.

”ehem, cie-cie” Ledek Nia.

“apa sih dek, oh iya, sudah dulu ya dek, aku mau pulang dulu sama temen-temenku, da!” Ujar Alena sambil melambaikan tangannya.

TO BE CONTINUED

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selipan --->   Ours - Taylor Swift Elevator buttons in morning air Strangers’ silence makes me want to take the stairs