Author : Ikakak friska
oktavi
Main cast : Aldo dan Alena
Other cast : Niken, Laura,
Naiya, Bu Lina, Pak Danu, Pak Tito
PART 1
Pertemuan Salah Sangka
Sore hari yang indah, warna langit yang mulai
terlihat keemasan. Terdengar
suara anak-anak kecil yang sedang bermain bersama temannya, dan disinilah awal
cerita ini dimulai.
Seorang gadis sedang
bersiap-siap untuk berangkat latihan basket bersama sahabatnya. Gadis itu bernama
Alena. Sahabat Alena yang bernama Niken sedang menunggu didepan rumahnya.
”Al...Alena?” ujar Niken
sambil bersandar dipagar.
”iya,iya,,,
sebentar!” tukas Alena. ”Ma,,, Pa,,, Al
berangkat ya!” ujar Alena pada orang tuanya, lalu menghampiri Niken.
”kamu lama banget sich!”
sambil manyun.
”ya maaf, lama banget ya?”
ujar Alena.
”haha, just kid, santai
aja kali” tukas Niken sambil senyum.
”ih! Dasar ya kamu tuh! Ya
udah, kalo gitu kita berangkat yuk!” ujar Alena menatap Niken.
”ok bos!” sahut Niken.
Alena dan Niken jalan kaki
menuju lapangan basket dekat rumah mereka. Akhirnya mereka sampai disana.
Sebelum mereka latihan, seperti biasa mereka melakukan pemasan terlebih dahulu
yang dipimpin oleh Pak Tito yaitu pelatih mereka.
”ayo anak-anak kita mulai
pemanasan! Berhitung mulai!” ujar Pak Tito.
”1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8”
tukas murid-murid dengan serempak.
Ketika latihan Alena heran
karena ada yang berbeda dari latihannya tersebut.
”ken, kok ada yang beda
ya?” tanya Alena.
”beda apanya?” tanya balik
Niken.
”kok banyak murid baru
sich?” tanya Alena penasaran.
”oh, itu. Makanya kamu
jangan kebanyakan merantau di sekolah donk! Jadi ketinggalan jaman kan?” goda
Niken sambil tertawa.
”Apaan sich kamu! Bercanda
mulu dech!” ujar Alena sambil menyenggol Niken.
Latihan pun dimuali,
ketika Alena sedang asyik latihan tidak sengaja bola yang dimainkan Alena keluar
dari lapangan dan menggelinding menuju ke seorang laki-laki yang sedang duduk di
pinggir lapangan.
”eh, tolong ambilin
bolanya donk dek!” ujar Alena sambil melambai-lambai. Lalu laki-laki itu
mengambil bola dan melemparnya kepada Alena.
”makasih” ujar lena sambil
senyum. Lalu dia melanjutkan latihannya lagi.
Waktu istirahat tiba.
Seorang ibu bersama anak laki-lakinya datang menghampiri Alena yang sedang
duduk dipinggir lapangan dan ibu tersebut duduk disamping Alena. Ibu itu
bernama Bu Lina dan anak laki-lakinya bernama Aldo.
”namanya siapa?” tanya Bu
Lina pada Alena.
”namaku Alena” jawab Alena
sambil senyum. Lalu Niken menghampiri Alena.
”eh, kamu tu aku cariin
ternyata disini” ujar Niken. ”eh, ada Bu Lina sama Aldo” sapa Niken sambil
tersenyum.
”hai Niken, sini duduk
sini sama aku sama Al” ajak Bu Lina.
”iya Bu” jawab Niken
sambil duduk disebelah Alena.
”eh, kamu sekolah dimana?”
tanya Aldo pada Alena.
”SMA 55” jawab Alena.
”kelas berapa?” tanya
Aldo.
”1” jawab Al singkat.
”berarti kamu sepantaran
donk Al sama anakku ini” ujar Bu Lina pada Alena sambil melirik Aldo.
”OMG, jadi dia tu anaknya
Bu Lina, ya ampun! Tadi kan waktu bola aku nggelinding aku kan minta tolong
sama dia untuk ngambilin bola aku, dan aku panggil dia dek. Ya ampun, bodohnya
diriku! Semoga aja dia gak inget sama perkataanku tadi”. Ujar Alena dalam hati.
Setiap kali ada latihan
basket Aldo selalu saja datang untuk melihat latihan tersebut. Alena menjadi
penasaran karena Aldo sering kali memperhatikannya. Lalu Alena bertanya pada
Niken.
”ken, si Aldo ngapain sich
kok sering banget datang kesini tiap kali ada latihan?” tanya Alena pada Niken
dengan penasaran.
”oh iya, kamu belum tahu
ya? Kamu kenal kan sama Naiya dan Laura?” tanya Niken.
”kenal, emang kenapa?”
tanya balik Alena.
”mereka berdua itu adiknya
Aldo” jawab Niken.
”oh, pantes aja dia sering
kesini” ujar Alena sambil melirik Aldo.
Pada waktu istirahat tiba,
Bu Lina datang bersama suaminya yang bernama Pak Danu menaiki mobil mereka.
Kemudian Alena bertanya pada Niken.
”ken, itu bukannya Bu Lina
ya, tapi kok berdua sama bapak-bapak, itu suaminya ya?” tanya Alena.
”iya, itu suaminya Bu
Lina, namanya Pak Danu” jawab Niken.
”oh,,,,,” tukas Alena.
”eh, kamu kok tumben
banget nanya-nanya kayak gitu?” ujar Niken heran pada Alena.
”gak pa pa kok. Emang gak
boleh apa tanya-tanya, aku kan cuman pengen tahu doank” tukas Alena.
”pengen tahu anaknya gitu
maksudnya?” goda Niken.
”anaknya yang mana?” tanya
Alena.
”halah, siapa lagi kalo
gak anaknya yang cowok” goda Niken sambil tersenyum.
”ih, kamu nih apaan sich,
maksud kamu Aldo. Aku sendiri tu juga baru kenal sama dia” jawab Alena sambil
melirik kearah Aldo.
”kamu suka kan sama Aldo?”
ujar Niken terus goda Alena.
”ih, kamu tu apaan sich,
gak lucu tau!” tukas Alena sambil manyun.
”eh, jangan ngambek
donk,,, aku kan Cuma bercanda doank” ujar Niken sambil memegang bahu Alena,
”iya, iya!” jawab Alena
sambil tersenyum.
TO BE COTINUED
Komentar